STIKES RS. BAPTIS KEDIRI
PRODI KEPERAWATAN STRATA 1
DEFINISI TEORI DAN TEORI
KEPERAWATAN
HUBUNGAN PARADIGMA DAN TEORI
KEPERAWATAN
JENIS DAN TINGKATAN TEORI
Disusundalamrangkamemenuhitugas Mata kuliah
Falsafah Dan TeoriKeperawatan
Penyusun :
1.
AnggitaSeptian (01.2.16.00523)
2.
AyuRatantri (01.2.16.00524)
3.
BagasNovanImandi (01.2.16.00525)
4.
WidyaWati (01.2.16.00564)
TAHUN 2016
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL ...............................................................................................i
KATA
PENGANTAR.............................................................................................ii
DAFTAR ISI ......................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
..........................................................................1
1.1 Latar
Belakang ..................................................................................................1
1.2Tujuan................................................................................................................1
1.3 Manfaat .............................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN
.............................................................................2
2.1 Definisiteoridanteorikeperawatan..................................................................2
Karakteristik
Teori Keperawatan.................................................................2Tujuan
Teori Keperawatan............... ...........................................................2
2.2
Hubunganparadigmadanteorikeperawatan.....................................................3
2.3
Jenisdantingkatanteori……………………………………….....…................5
Grand
Theory...............................................................................................5
Middle
Range Theory…………………………………………………..…6
a. Perkembangan Middle Range Theory………….…………7
b. Penggunaan Middle
Range Theory…………….…………7
c. Kontroversi tentang Middle
Range Theory….……………7
Practice
Theory/Micro Theory…………………………………………….7
BAB III PENUTUP
.....................................................................................10
3.1 Kesimpulan
.....................................................................................................10
3.2 Saran ................................................................................................................10
DAFTAR
PUSTAKA……………………………...…………………………….11
LAMPIRAN
………………………………………………………………….…12
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-Nya sehingga karya
makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa kami juga mengucapkan
banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan
memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.
Dan
harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi
para pembaca, Untuk kedepannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi
makalah ini agar menjadi lebih baik lagi.
Karena
keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak
kekurangan dalam makalah ini, oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran
dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Teori merupakan kumpulan konsep,definisi dan usulan
yang memproyeksikan sebuah pandangan
sistematis tentang suatu fenomena dengan merancang hubungan khusus antar
– konsep guna menggambarkan,menjelaskan,memprediksi dan atau mengendalikan
fenomena yang ada.cakupan suatu teori bisa luas,sempit atau terbatas,bergantung
pada fokus yang menjadi ruang lingkupnya. Teori bukan hanya sekedar pernyataan
atau asumsi untuk di hafal. Kita sering kali mendengar perkataan ”ah itu kan
cuman teori,kenyataanya berbeda”. Ini merupakan pandangan orang-orang yang
sinis terhadap keilmuan karena kesalahan mereka sendiri dalam memahami
konsep teori. Pada dasarnya,teori dibentuk
sebagai sebuah landasan bagi kita dalam melakukan suatu teori. Keperawatan
sebagai sebuah ilmu tentu harus di dukung oleh teori-teori keperawatan. Teori
keperawatan disini sangat penting bagi pengembangan profesionalisme
keperawatan.
1.2 Tujuan
1. Untuk
mengetahui lebih dalam apakah definisi
teori dan teori keperawatan.
2. Mengetahui hubungan antara paradigma dan teori
keperawatan.
3. Untuk mengetahui jenis dan tingkatan teori
keperawatan.
1.3
Manfaat
1. Kita bisa memahami lebih dalam tentang teori
keperawatan
2. Bisa menerapkan
teori keperawatan yang telah dipelajari
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi
teori dan teori keperawatan
Teori adalah
hubungan beberapa konsep atau kerangka konsep atau definisi yang
memberikan suatu pandangan sistematis atau gejala-gejala atau fenomena-fenomena
dengan menentukan hubungan spesifik antara konsep-konsep tersebut dengan
menguraikan, menerangkan, atau mengendalikan suatu fenomena.
Menurut (steven, 1984, dalam
buku taylor, c, ddk) teori
keperawatan adalah usaha untuk menguraikan dan menjelaskan berbagai
fenomena dalam keperawatan. Teori keperawatan disini sangat penting artinya bagi
pengembangan profesionalisme keperawatan. Teori tersebut membedakan ilmu
keperawatan dengan disiplin ilmu lain
dan berfungsi menggambarkan, menjelaskan, memperkirakan, mengontrol hasil
asuhan keperawatan yang diberikan. Karnanya, salah satu manfaat Teori
keperawatan adalah membantu menyampaikan pengetahuan dalam rangka memperbaiki
praktik keperawatan melalui upaya penggambaran,penjelasan,prediksi,dan
pengendalian fenomena dalam ranah keperawatan.
Karakteristik Teori Keperawatan
1. Teori keperawatan
mengidenifikasi dan di definisikan sebagai hubungan yang spesifik dari konsep
keperaan sebagai hubungan antara konsep manusia, konsep sehat sakit keperawaan
dan konsep lingkungan.
2. Teori keperawatan haus
bersifat ilmiah. Artinya teori keperawatan di gunakan dengan alasan
ataurasional yang jelas dan di kembangkan dengan menggunakan cara berpikir yang
logis.
3. Teori keperawatan
bersifat sederhana dan umum. Artinya teori keperawatan dapat di gunakan pada
masalah yang sederhana maupun masalah yang kompleks sesuai dengan situasi
praktik keperawatan.
4. Teori keperawatan
berperan dalam memperkaya body of knowledge keperawatan yang
di lakukan melalui penelitian.
5. Teori keperawatan
menjadi pedoman dan berperan dalam memperbaiki praktik keperawatan.
Tujuan Teori Keperawatan
1. Adanya
teori keperawatan diharapkan dapat memberikan alasan-alasan tentang
kenyataan-kenyataan yang dihadapi dalam pelayanan keperawatan, baik bentuk
tindakan maupun model praktek keperawatan sehingga permasalahan dapat teratasi.
2. Adanya
teori keperawatan membantu para anggota profesi perawat untuk memehami
berbagai pengetahuan dalam pemberian asuhan keperawatan kemudian dapat
memberikan dasar dalam penyelesaian berbagai masalah keperawatan.
3. Adanya
teori keperawatan membantu proses memberikan arahan yang jelas bagi tindakan
keperawatan sehingga segala bentuk tindakan dapat dipertimbangkan.
4. Adanya
teori keperawatan juga dapat memberikan dasar dari asumsi dan filosofi
keperawatan sehingga pengetahuan dan pemahaman dalam tindakan keperawatan dapat
terus bertambah dan berkembang.
2.2
Hubungan paradigma dan teori keperawatan
Paradigma adalah suatu cara pandang mendasar atau cara
kita melihat,memikirkan,memaknai,menyikapi,serta memilih tindakan atas fenomena
yang ada.Paradigma merupakan suatu diagram atau kerangka berfikir yang
menjelaskan suatu fenomena. Paradigma mengandung berbagai konsep yang terkait
dengan fokus keilmuannya.
Paradigma keperawatan merupakan suatu pandangan global
yang dianut oleh mayoritas kelompok ilmiah (Keperawatan) atau hubungan berbagai
teori yang membentuk suatu susunan yang mengatur hubungan di antara teori
tersebut guna mengembangkan model konseptual dan teori-teori keperawatan sebagai
kerangka kerja keperawatan. Paradigma keperawatan terdiri atas empat unsur,
yaitu keperawatan,manusia,sehat sakit,dan lingkungan.ke empat unsure inilah
yang membedakan paradigma keperawatan dengan teori lain.Teori keperawatan di
dasarkan pada ke empat unsur tersebut.
·
Keperawatan
Menurut Henderson, keperawatan merupakan upaya bantuan
yang diberikan kepada individu baik sehat maupun sakit, yang dibutuhkan samapi
pulih kembali atau menjelang ajal, dimana individu tidak mampu melaksanakan
kegiatan kehidupannya akibat ketidakmampuan ,ketidakmauan, dan ketidaktahuan.
·
Manusia
Keperawatan menyakini dan menekankan dalam setiap
kegiatan pelayanan keperawatannya bahwa manusia merupakan individu yang layak
di perlukan secara terhormat,dihargai keunikannya berdasarkan
individualitas,dalam berbagai situasi,kondisi,dan system,yang
dapat,mengancam,kehormatan dan sifat kemanusiaanya.perspektif keperawatan
menjelaskan bahwa manusia merupakan pribadi-pribadi dan bukan
obyek,konseptualitas keperawatan tentang manusia dapat di buktikan melalui
model-model keperawatan,tentang kemanusiaan,penghargaan terhadap manusia dan
perasaan sebagai manusia,yang telah berlaku sejak lama meskipun demikian
mengkonseptualisasikan manusia sebagai suatu sumber energy atau bebrapa set,system perilaku atau
memperlakukan pikiran dan perasaan manusia sebagai lingkungan internal dapat
menimbulkan keraguan keperawatan untuk menerangkan tentang manusia secara
jelas.
·
Sehat Sakit
Sehat diartikan sebagai kondisi yang normal dan alami.
Karenanya, segala sesuatu yang tidak normal dan bertentangan dengan alam
dianggap sebagai kondisi yang tidak sehat dan harus dicegah. Sakit adalah
keadaan tidak normal/sehat. Secara sederhana, sakit atau dapat pula disebut
penyakit merupakan suatu bentuk kehidupan
atau keadaan diluar batas normal.
·
Lingkungan
Lingkungan adalah agregat dari seluruh kondisi dan
pengaruh luar yang mempengaruhi kehidupan dan perkembangan suatu organism.
2.3 Jenis dan
tingkatan teori
1. Grand
Theory
Grand theory merupakan satu atau beberapa konsep
yang spesifik yang didapatkan dari model konseptual, preposisi yang didapatkan
dari konsep tersebut dan preposisi tersebut nyata dan hubungan yang spesial
antara dua konsep atau lebih. Grand theory kurang abstrak dan
lebih spesifik dibanding model konseptual tetapi tidak se-konkrit dan
sespesifikmiddle range theory (Fawcett, 2005). Grand theory merupakan
teori yang cakupannya luas dan kompleks, terdiri dari kerangka kerja konseptual
global yang mendefinisikan perspektif praktek keperawatan dan melibatkan
perbedaan cara dalam melihat fenomena keperawatan, memuat konsep yang
menggabungkan teori-teori dengan cakupan lebih kecil (Tomey & Aligood,
2010).
Grand theory menyebutkan tujuan, misi dan aturan nursing
careyang dihasilkan dari observasi/insight. Tujuan dari grand
theory adalah untuk mengatur beberapa informasi dan mengidentifikasi
konsep atau point penting serta menghubungkannya dengan praktik keperawatan.
Manfaatgrand theory adalah sebagai alternatif panduan untuk praktik
selain tradisi/intuisi, kerangka kerja untuk pendidikan dengan mengusulkan
fokus dan struktur kurikulum, dan bantuan untuk profesional keperawatan dengan
menyediakan dasar praktek (McKenna, 1997).
Meskipun grand theory masih
sangat abstrak dan normatif sehingga sulit untuk mengaplikasikannya secara
empiris, namun grand teory lebih mudah dijadikan dasar untuk
perkembangan dari middle range theory dan teori praktis yang
lebih spesifik.
Berdasarkan sebab inilah grand
theory berhasil memenuhi fungsi penting sebagai pembeda keperawatan dari
profesi lain dan menyediakan legitimasi untuk ilmu pengetahuan keperawatan
(Peterson & Bredow, 2004).
Berdasarkan uraian di atas,
menurut kelompok grand theory merupakan teori yang masih bersifat
abstrak dengan cakupan yang masih luas, belum bisa secara langsung diuji secara
empiris, tapi merupakan dasar bagi perkembangan teori yang lebih spesifik.
2. Middle
Range Theory
Dalam lingkup dan tingkatan
abstrak, Middle Range theory cukup spesifik
untuk memberikan petunjuk riset dan praktik, sebagai petunjuk
riset dan praktik , Middle Range Theory lebih banyak
digunakan dari pada Grand Theory, dan dapat diuji
dalam pemikiran empiris.
Middle Range Theory memiliki
hubungan yang lebih kuat dengan penelitian dan praktek.
Hubungan antara penelitian dan praktek menurutMerton
(1968), menunjukan bahwa Middle Range Theory amat
penting dalam disiplin praktek, selain itu Walker and Avant
(1995) mempertahankan
bahwa Middle Range Theory menyeimbangkan kespesifikannya dengan konsep
secara normal yang nampak dalam Grand Theory.
Middle Range Theory memberikan manfaat bagi
perawat, mudah diaplikasikan dalam praktek dan cukup abstrak
secara ilmiah. Middle Range Theory, tingkat
keabstrakannya pada level pertengahan, inklusif, memiliki sejumlah variabel terbatas, dapat
diuji secara langsung. Bila dibandingkan dengan Grand theory, Middle
Range Theory ini lebih konkrit. Merton (1968) yang berperan dalam
pengembangan Middle Range Theory mendefenisikan teori ini sebagai
sesuatu yang minor tetapi penting dalam
penelitian dan pengembangan suatu teori. Sependapat
dengan Merton, beberapa penulis keperawatan
mengemukakan middle range theory jika dibandingkan
dengan grand theory:
Ruang lingkupnya lebih sempit (Fawcett, 2000)
Fenomena yang disajikan lebih
spesifik dan kurang abstract (Fawccet, 2000)
Teridri dari konsep dan
proposisi yang konkrit dan realitas (Fawccet, 2000, Walker, 1995)
Merepresentasikan bidang
keperawatan yang lebih spesifik /nyata ( Jacox, 1974)
Lebih dapat diuji secara empiris (Parker, 2001)
Lebih dapat diaplikasikan secara langsung dalam
tatanan klinik (Renpening, 2001)
a. Perkembangan
Middle Range Theory
Liehr dan Smith (1999) menjelaskan bahwa
perkembangan middle range theory bersumber pada proses
intelektual yang meliputi :
Teori
induktif yang membangun teori melalui riset
Teori
deduktif yang berasal dari grand theory
Kombinasi dari teori
keperawatan dan non keperawatan
Sintesa
teori yang berasal dari penelitian yang telah
terpublikasi
Mengembangkan
teori dari pedoman praktik klinik
b. Penggunaan Middle
Range Theory
Middle range theory telah digunakan dalam bidang
praktek dan penelitian. Teori ini mampu menstimulasi dan
mengembangkan pemikiran rasional dari penelitian
serta membimbing dalam
pemilihan variable dan pertanyaan penelitian (Lenz, 1998, p.26). Middle Range Theory dapat membantu
praktek dengan memfasilitasi pemahaman terhadap perilaku
klien dan memungkinkan untuk menjelaskan beberapa efektifitas
dari intervensi.
c. Kontroversi
tentang Middle Range Theory
Ketidakakuratan dari middle range theori hanya
salah satu dari sekian banyak kritik terhadap teori
ini. Selain hal tersebut, ketidakjelasan defenisi middle
range theory telah dikrtitik untuk membedakanya dengan grand theory
karena mampu utnuk diujimengunakan ide-ide yang positif dan logis.
3. Practice Theory/Micro
Theory
Practice theory lebih spesifik dan jelas
cakupannya dibandingmiddle range theory, teori pada level ini juga
didefinisikan juga sebagaiprescriptive theory, situations-spesific
theory, dan micro theory. Practice theory menetukan
tindakan atau intervensi keperawatan yang cocok untuk mencapai tujuan tertentu,
fokus pada fenomena keperawatan yang spesifik dengan memberikan arahan langsung
pada praktek keperawatan dan mempunyai pernyataan teoritis yang jelas,
hipotesis dengan menguraikan kejelasan fenomone. Practice theory menyediakan
kerangka kerja untuk intervensi keperawatan dan memprediksi hasil dan efek dari
praktek keperawatan itu sendiri (Peterson & Bredow, 2004).
Practice theory berkembang dari middle
range theory, pengalaman praktik keperawatan dan uji empiris.
Pengalaman praktik klinis perawat dapat menjadi sumber utama untuk
pengembangan practice theorykeperawatan. Kedalaman dan kompleksitas
teori keperawatan digambarkan dan dijelaskan melalui apresiasi secara mendalam
terhadap fenomena keperawatan dan hubungan antara aspek pada situasi
keperawatan (McKenna, 1997). Contoh Practice theory yaitu bonding
attachment theory, therapeutic touch, exercise as selfcare, caring for patient
with chronic skin disease, quality of care, dll (Peterson &
Bredow, 2004).
Secara ringkas, tingkatan pengembangan
teori dapat dijelaskan sebagai berikut :
|
Philosophical theory
|
Falsafah keperawatan merupakan
karya awal yang mendahului era teori.
Falsafah berkontribusi untuk pengetahuan keperawatan
dengan memberikan arahan untuk disiplin dan membentuk
dasar untuk keilmuan professional, yang mengarah
kepada pemahaman teoritis baru.
|
|
Grand theory
|
Cakupannya luas dan kompleks.
Membutuhkan penelitian yang spesifik sebelum dapat
sepenuhnya di uji cobakan.
Tidak memberikan panduan
terhadap intervensi keperawatan yang spesifik, namun
memberikan kerangka kerja struktural dan ide
yang abstrak.
|
|
Middle range theory
|
Cakupannya lebih terbatas dan
kurang abstrak.
Menjelaskan fenomena spesifikatau
konsep dan mencerminkan praktek keperawatan
|
|
Practice Theory
|
Lebih
tidak abstrak, lebih spesifikdan cakupannya lebih sempit di
bandingkan dengan middle range theory.
Berorientasi
pada suatu tindakan nyata untuk tujuan yang spesifik.
Fokus
kepada fenomenakeperawatan spesifik yangmencerminkan praktek klinisdan
hanya terbatas kepada populasi atau bagian dari situasi pada
teori.
|
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Teori dan model keperawatan
adalah suatu usaha untuk menguraikan dan menjelaskan berbagai fenomena dalam
keperawatan serta berperan dalam membedakan keperawatan dengan disiplin ilmu
lain dan bertujuan untuk menggambarkan, menjelaskan, memperkirakan dan
mengontrol hasil asuhan atau pelayanan keperawatan yang dilakukan.
Karakteristik dasar teori dan
model keperawatan, yaitu: Teori keperawatan mengidentifikasi dan didefinisikan
sebagai hubungan yang spesifik dari konsep keperawatan, harus bersifat alamiah,
bersifat sederhana dan umum, sebagai pedoman, serta berperan dalam memperbaiki
kualitas praktek keperawatan
Paradigma
keperawatan merupakan suatu pandangan global yang dianut oleh mayoritas kelompok
ilmiah (Keperawatan) atau hubungan berbagai teori yang membentuk suatu susunan
yang mengatur hubungan di antara teori tersebut guna mengembangkan model
konseptual dan teori-teori keperawatan sebagai
kerangka kerja keperawatan.
3.2 Saran
Penerapan teori keperawatan dalam praktik bergantung
pada pengetahuan tentang teori yang dimiliki perawat , sebaiknya dia mengerti
bagaimana hubungan antara teori yang satu dengan teori yang lainnya . Teori
merupakan kumpulan daar ilmu keperawatan dan pendekatan substansional pelayanan
keperawatan . teori menyajikan cara berfikir kritis untuk membuat alasan kritis
dan pemecahan masalah.
DAFTAR
PUSTAKA
Potter
& Perry . (2009) . Fundamental
Keperawatan . Edisi 7 . Jakarta :
Salemba Medika
Asmadi
. (2008) . Konsep Dasar Keperawatan
. Jakarta : EGC
LAMPIRAN :
How to make money from betting on sports - Work Tomake
BalasHapusYou can now play games by betting on sports. There are dozens of online poker games available to play on the หารายได้เสริม planet. You can even