Sabtu, 17 September 2016

STIKES RS. BAPTIS KEDIRI
PRODI KEPERAWATAN STRATA 1

DEFINISI TEORI DAN TEORI KEPERAWATAN
HUBUNGAN PARADIGMA DAN TEORI KEPERAWATAN
JENIS DAN TINGKATAN TEORI

Disusundalamrangkamemenuhitugas Mata kuliah
Falsafah Dan TeoriKeperawatan








Penyusun :
1.      AnggitaSeptian                             (01.2.16.00523)
2.      AyuRatantri                                  (01.2.16.00524)
3.      BagasNovanImandi                      (01.2.16.00525)
4.      WidyaWati                                    (01.2.16.00564)



TAHUN 2016
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ...............................................................................................i
KATA PENGANTAR.............................................................................................ii DAFTAR ISI ......................................................................................................... iii

BAB I             PENDAHULUAN ..........................................................................1
1.1 Latar Belakang ..................................................................................................1
1.2Tujuan................................................................................................................1
1.3 Manfaat .............................................................................................................1

BAB II            PEMBAHASAN .............................................................................2
2.1 Definisiteoridanteorikeperawatan..................................................................2
Karakteristik Teori Keperawatan.................................................................2Tujuan Teori Keperawatan............... ...........................................................2
2.2 Hubunganparadigmadanteorikeperawatan.....................................................3
2.3 Jenisdantingkatanteori……………………………………….....…................5
Grand Theory...............................................................................................5
Middle Range Theory…………………………………………………..…6
a.         Perkembangan Middle Range Theory………….…………7
b.         Penggunaan Middle Range Theory…………….…………7
c.         Kontroversi tentang Middle Range Theory….……………7
Practice Theory/Micro Theory…………………………………………….7

BAB III          PENUTUP .....................................................................................10
3.1 Kesimpulan .....................................................................................................10
3.2 Saran ................................................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA……………………………...…………………………….11
LAMPIRAN ………………………………………………………………….…12

















KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-Nya sehingga karya makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk kedepannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah ini agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

                                                                                               
Penulis









 BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Teori merupakan kumpulan konsep,definisi dan usulan yang memproyeksikan sebuah pandangan  sistematis tentang suatu fenomena dengan merancang hubungan khusus antar – konsep guna menggambarkan,menjelaskan,memprediksi dan atau mengendalikan fenomena yang ada.cakupan suatu teori bisa luas,sempit atau terbatas,bergantung pada fokus yang menjadi ruang lingkupnya. Teori bukan hanya sekedar pernyataan atau asumsi untuk di hafal. Kita sering kali mendengar perkataan ”ah itu kan cuman teori,kenyataanya berbeda”. Ini merupakan pandangan orang-orang yang sinis terhadap keilmuan karena kesalahan mereka sendiri dalam memahami konsep  teori. Pada dasarnya,teori dibentuk sebagai sebuah landasan bagi kita dalam melakukan suatu teori. Keperawatan sebagai sebuah ilmu tentu harus di dukung oleh teori-teori keperawatan. Teori keperawatan disini sangat penting bagi pengembangan profesionalisme keperawatan.
1.2  Tujuan
1.      Untuk mengetahui lebih dalam apakah definisi teori dan teori keperawatan.
2.      Mengetahui hubungan antara paradigma dan teori keperawatan.
3.      Untuk mengetahui jenis dan tingkatan teori keperawatan.

1.3  Manfaat
1.      Kita bisa memahami lebih dalam tentang teori keperawatan
2.       Bisa menerapkan teori keperawatan yang telah dipelajari




BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Definisi teori dan teori keperawatan
Teori adalah hubungan beberapa konsep atau kerangka konsep atau definisi yang memberikan suatu pandangan sistematis atau gejala-gejala atau fenomena-fenomena dengan menentukan hubungan spesifik antara konsep-konsep tersebut dengan menguraikan, menerangkan, atau mengendalikan suatu fenomena.
Menurut (steven, 1984, dalam buku taylor, c, ddk) teori keperawatan adalah usaha untuk menguraikan dan menjelaskan berbagai fenomena dalam keperawatan. Teori keperawatan disini sangat penting artinya bagi pengembangan profesionalisme keperawatan. Teori tersebut membedakan ilmu keperawatan dengan  disiplin ilmu lain dan berfungsi menggambarkan, menjelaskan, memperkirakan, mengontrol hasil asuhan keperawatan yang diberikan. Karnanya, salah satu manfaat Teori keperawatan adalah membantu menyampaikan pengetahuan dalam rangka memperbaiki praktik keperawatan melalui upaya penggambaran,penjelasan,prediksi,dan pengendalian fenomena dalam ranah keperawatan.
Karakteristik Teori Keperawatan
1.      Teori keperawatan mengidenifikasi dan di definisikan sebagai hubungan yang spesifik dari konsep keperaan sebagai hubungan antara konsep manusia, konsep sehat sakit keperawaan dan konsep lingkungan.
2.      Teori keperawatan haus bersifat ilmiah. Artinya teori keperawatan di gunakan dengan alasan ataurasional yang jelas dan di kembangkan dengan menggunakan cara berpikir yang logis.
3.      Teori keperawatan bersifat sederhana dan umum. Artinya teori keperawatan dapat di gunakan pada masalah yang sederhana maupun masalah yang kompleks sesuai dengan situasi praktik keperawatan.
4.      Teori keperawatan berperan dalam memperkaya body of knowledge keperawatan yang di lakukan melalui penelitian.
5.      Teori keperawatan menjadi pedoman dan berperan dalam memperbaiki praktik keperawatan.

Tujuan Teori Keperawatan
1.      Adanya teori keperawatan diharapkan dapat memberikan alasan-alasan tentang kenyataan-kenyataan yang dihadapi dalam pelayanan keperawatan, baik bentuk tindakan maupun model praktek keperawatan sehingga permasalahan dapat teratasi.
2.      Adanya teori keperawatan membantu para anggota profesi perawat untuk memehami  berbagai pengetahuan dalam pemberian asuhan keperawatan kemudian dapat memberikan dasar dalam penyelesaian berbagai masalah keperawatan.
3.      Adanya teori keperawatan membantu proses memberikan arahan yang jelas bagi tindakan keperawatan sehingga segala bentuk tindakan dapat dipertimbangkan.
4.      Adanya teori keperawatan juga dapat memberikan dasar dari asumsi dan filosofi keperawatan sehingga pengetahuan dan pemahaman dalam tindakan keperawatan dapat terus bertambah dan berkembang.

2.2  Hubungan paradigma dan teori keperawatan
Paradigma adalah suatu cara pandang mendasar atau cara kita melihat,memikirkan,memaknai,menyikapi,serta memilih tindakan atas fenomena yang ada.Paradigma merupakan suatu diagram atau kerangka berfikir yang menjelaskan suatu fenomena. Paradigma mengandung berbagai konsep yang terkait dengan fokus keilmuannya.
Paradigma keperawatan merupakan suatu pandangan global yang dianut oleh mayoritas kelompok ilmiah (Keperawatan) atau hubungan berbagai teori yang membentuk suatu susunan yang mengatur hubungan di antara teori tersebut guna mengembangkan model konseptual dan teori-teori keperawatan sebagai kerangka kerja keperawatan. Paradigma keperawatan terdiri atas empat unsur, yaitu keperawatan,manusia,sehat sakit,dan lingkungan.ke empat unsure inilah yang membedakan paradigma keperawatan dengan teori lain.Teori keperawatan di dasarkan pada ke empat unsur tersebut.
·         Keperawatan
Menurut Henderson, keperawatan merupakan upaya bantuan yang diberikan kepada individu baik sehat maupun sakit, yang dibutuhkan samapi pulih kembali atau menjelang ajal, dimana individu tidak mampu melaksanakan kegiatan kehidupannya akibat ketidakmampuan ,ketidakmauan, dan ketidaktahuan.
·         Manusia
Keperawatan menyakini dan menekankan dalam setiap kegiatan pelayanan keperawatannya bahwa manusia merupakan individu yang layak di perlukan secara terhormat,dihargai keunikannya berdasarkan individualitas,dalam berbagai situasi,kondisi,dan system,yang dapat,mengancam,kehormatan dan sifat kemanusiaanya.perspektif keperawatan menjelaskan bahwa manusia merupakan pribadi-pribadi dan bukan obyek,konseptualitas keperawatan tentang manusia dapat di buktikan melalui model-model keperawatan,tentang kemanusiaan,penghargaan terhadap manusia dan perasaan sebagai manusia,yang telah berlaku sejak lama meskipun demikian mengkonseptualisasikan manusia sebagai suatu sumber energy atau  bebrapa set,system perilaku atau memperlakukan pikiran dan perasaan manusia sebagai lingkungan internal dapat menimbulkan keraguan keperawatan untuk menerangkan tentang manusia secara jelas.
·         Sehat Sakit
Sehat diartikan sebagai kondisi yang normal dan alami. Karenanya, segala sesuatu yang tidak normal dan bertentangan dengan alam dianggap sebagai kondisi yang tidak sehat dan harus dicegah. Sakit adalah keadaan tidak normal/sehat. Secara sederhana, sakit atau dapat pula disebut penyakit  merupakan suatu bentuk kehidupan atau keadaan diluar batas normal.

·         Lingkungan
Lingkungan adalah agregat dari seluruh kondisi dan pengaruh luar yang mempengaruhi kehidupan dan perkembangan suatu organism.
2.3  Jenis dan tingkatan teori

1.      Grand Theory
Grand theory merupakan satu atau beberapa konsep yang spesifik yang didapatkan dari model konseptual, preposisi yang didapatkan dari konsep tersebut dan preposisi tersebut nyata dan hubungan yang spesial antara dua konsep atau lebih. Grand theory kurang abstrak dan lebih spesifik dibanding model konseptual tetapi tidak se-konkrit dan sespesifikmiddle range theory (Fawcett, 2005). Grand theory merupakan teori yang cakupannya luas dan kompleks, terdiri dari kerangka kerja konseptual global yang mendefinisikan perspektif praktek keperawatan dan melibatkan perbedaan cara dalam melihat fenomena keperawatan, memuat konsep yang menggabungkan teori-teori dengan cakupan lebih kecil (Tomey & Aligood, 2010).
Grand theory menyebutkan tujuan, misi dan aturan nursing careyang dihasilkan dari observasi/insight. Tujuan dari grand theory adalah untuk mengatur beberapa informasi dan mengidentifikasi konsep atau point penting serta menghubungkannya dengan praktik keperawatan. Manfaatgrand theory adalah sebagai alternatif panduan untuk praktik selain tradisi/intuisi, kerangka kerja untuk pendidikan dengan mengusulkan fokus dan struktur kurikulum, dan bantuan untuk profesional keperawatan dengan menyediakan dasar praktek (McKenna, 1997).
Meskipun grand theory masih sangat abstrak dan normatif sehingga sulit untuk mengaplikasikannya secara empiris, namun grand teory lebih mudah dijadikan dasar untuk perkembangan dari middle range theory dan teori praktis yang lebih spesifik.
Berdasarkan sebab inilah grand theory berhasil memenuhi fungsi penting sebagai pembeda keperawatan dari profesi lain dan menyediakan legitimasi untuk ilmu pengetahuan keperawatan (Peterson & Bredow, 2004).
Berdasarkan uraian di atas, menurut kelompok grand theory merupakan teori yang masih bersifat abstrak dengan cakupan yang masih luas, belum bisa secara langsung diuji secara empiris, tapi merupakan dasar bagi perkembangan teori yang lebih spesifik.

2.      Middle Range Theory
Dalam lingkup dan tingkatan abstrak, Middle Range theory cukup spesifik untuk memberikan petunjuk riset  dan praktik, sebagai petunjuk riset dan praktik , Middle Range Theory lebih banyak digunakan  dari pada Grand Theory, dan dapat diuji dalam pemikiran empiris.
Middle Range Theory memiliki hubungan  yang lebih kuat dengan penelitian dan praktek. Hubungan antara penelitian dan praktek  menurutMerton (1968), menunjukan bahwa  Middle Range Theory  amat penting dalam disiplin praktek, selain itu  Walker and Avant (1995) mempertahankan bahwa Middle Range Theory menyeimbangkan kespesifikannya dengan konsep secara  normal yang nampak dalam Grand Theory.
Middle Range Theory  memberikan manfaat bagi perawat, mudah diaplikasikan  dalam praktek dan cukup abstrak secara ilmiah. Middle Range Theory, tingkat keabstrakannya pada level pertengahan, inklusif, memiliki sejumlah variabel terbatas, dapat diuji secara langsung. Bila dibandingkan dengan Grand theoryMiddle Range Theory ini lebih konkrit. Merton (1968) yang berperan dalam pengembangan Middle Range Theory mendefenisikan teori ini sebagai sesuatu  yang  minor  tetapi penting  dalam penelitian dan pengembangan suatu  teori. Sependapat dengan  Merton, beberapa penulis keperawatan mengemukakan middle range theory jika dibandingkan dengan  grand theory:

  Ruang lingkupnya lebih sempit (Fawcett, 2000)
  Fenomena  yang disajikan lebih spesifik dan kurang abstract (Fawccet, 2000)
   Teridri dari konsep dan proposisi  yang konkrit dan realitas (Fawccet, 2000, Walker, 1995)
  Merepresentasikan bidang keperawatan  yang lebih spesifik /nyata ( Jacox, 1974)
  Lebih dapat diuji secara empiris (Parker, 2001)
  Lebih dapat diaplikasikan secara langsung dalam tatanan klinik (Renpening, 2001)

a.    Perkembangan Middle Range Theory
Liehr dan Smith  (1999) menjelaskan bahwa perkembangan middle range theory bersumber pada proses intelektual yang meliputi :
  Teori induktif  yang membangun teori melalui riset
  Teori deduktif  yang berasal dari grand theory
  Kombinasi dari teori keperawatan  dan non keperawatan
  Sintesa teori  yang berasal dari penelitian  yang telah terpublikasi
  Mengembangkan teori  dari pedoman praktik klinik

b.      Penggunaan Middle Range Theory
Middle range theory telah digunakan dalam bidang praktek dan penelitian. Teori ini mampu menstimulasi  dan mengembangkan pemikiran rasional  dari penelitian serta  membimbing dalam pemilihan variable dan pertanyaan penelitian (Lenz, 1998, p.26). Middle Range Theory dapat membantu praktek dengan memfasilitasi pemahaman terhadap perilaku klien  dan memungkinkan untuk menjelaskan beberapa efektifitas dari intervensi.

c.       Kontroversi tentang Middle Range Theory
Ketidakakuratan dari  middle range theori hanya salah  satu dari sekian banyak kritik terhadap teori ini. Selain hal tersebut, ketidakjelasan defenisi middle range theory telah dikrtitik untuk membedakanya dengan grand theory karena mampu utnuk diujimengunakan ide-ide yang positif dan logis.

3.      Practice Theory/Micro Theory
Practice theory lebih spesifik dan jelas cakupannya dibandingmiddle range theory, teori pada level ini juga didefinisikan juga sebagaiprescriptive theory, situations-spesific theory, dan micro theoryPractice theory menetukan tindakan atau intervensi keperawatan yang cocok untuk mencapai tujuan tertentu, fokus pada fenomena keperawatan yang spesifik dengan memberikan arahan langsung pada praktek keperawatan dan mempunyai pernyataan teoritis yang jelas, hipotesis dengan menguraikan kejelasan fenomone. Practice theory menyediakan kerangka kerja untuk intervensi keperawatan dan memprediksi hasil dan efek dari praktek keperawatan itu sendiri (Peterson & Bredow, 2004).
Practice theory berkembang dari middle range theory, pengalaman praktik keperawatan dan uji empiris. Pengalaman praktik klinis perawat dapat menjadi sumber utama untuk pengembangan practice theorykeperawatan. Kedalaman dan kompleksitas teori keperawatan digambarkan dan dijelaskan melalui apresiasi secara mendalam terhadap fenomena keperawatan dan hubungan antara aspek pada situasi keperawatan (McKenna, 1997). Contoh Practice theory yaitu bonding attachment theory, therapeutic touch, exercise as selfcare, caring for patient with chronic skin disease, quality of care, dll (Peterson & Bredow, 2004).

Secara ringkas, tingkatan pengembangan teori  dapat dijelaskan sebagai berikut :

Philosophical theory
   Falsafah keperawatan  merupakan karya awal yang mendahului era teori.
   Falsafah berkontribusi untuk pengetahuan keperawatan dengan  memberikan arahan untuk disiplin  dan membentuk dasar untuk keilmuan professional, yang mengarah kepada pemahaman teoritis baru.
Grand theory
   Cakupannya luas dan kompleks.
   Membutuhkan penelitian yang spesifik  sebelum dapat sepenuhnya di uji cobakan.
   Tidak memberikan panduan terhadap  intervensi keperawatan yang spesifik, namun memberikan kerangka kerja struktural dan  ide yang abstrak.
Middle range theory
   Cakupannya lebih terbatas dan kurang abstrak.
   Menjelaskan fenomena spesifikatau konsep dan mencerminkan praktek keperawatan
Practice Theory
  Lebih tidak abstrak, lebih spesifikdan cakupannya lebih sempit  di bandingkan dengan middle range theory.
  Berorientasi pada suatu tindakan nyata untuk tujuan yang spesifik.
  Fokus kepada fenomenakeperawatan spesifik yangmencerminkan praktek klinisdan hanya terbatas kepada populasi atau  bagian dari situasi pada teori.










BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Teori dan model keperawatan adalah suatu usaha untuk menguraikan dan menjelaskan berbagai fenomena dalam keperawatan serta berperan dalam membedakan keperawatan dengan disiplin ilmu lain dan bertujuan untuk menggambarkan, menjelaskan, memperkirakan dan mengontrol hasil asuhan atau pelayanan keperawatan yang dilakukan.
Karakteristik dasar teori dan model keperawatan, yaitu: Teori keperawatan mengidentifikasi dan didefinisikan sebagai hubungan yang spesifik dari konsep keperawatan, harus bersifat alamiah, bersifat sederhana dan umum, sebagai pedoman, serta berperan dalam memperbaiki kualitas praktek keperawatan
Paradigma keperawatan merupakan suatu pandangan global yang dianut oleh mayoritas kelompok ilmiah (Keperawatan) atau hubungan berbagai teori yang membentuk suatu susunan yang mengatur hubungan di antara teori tersebut guna mengembangkan model konseptual dan teori-teori keperawatan sebagai  kerangka kerja keperawatan.

3.2 Saran
Penerapan teori keperawatan dalam praktik bergantung pada pengetahuan tentang teori yang dimiliki perawat , sebaiknya dia mengerti bagaimana hubungan antara teori yang satu dengan teori yang lainnya . Teori merupakan kumpulan daar ilmu keperawatan dan pendekatan substansional pelayanan keperawatan . teori menyajikan cara berfikir kritis untuk membuat alasan kritis dan pemecahan masalah.


DAFTAR PUSTAKA
Potter & Perry . (2009) . Fundamental Keperawatan .  Edisi 7 . Jakarta : Salemba Medika
Asmadi . (2008) . Konsep Dasar Keperawatan .  Jakarta : EGC



 













LAMPIRAN :

1 komentar:

  1. How to make money from betting on sports - Work Tomake
    You can now play games by betting on sports. There are dozens of online poker games available to play on the หารายได้เสริม planet. You can even

    BalasHapus